Pengalaman Bekerja Di Pt. JVC Kenwood Indonesia

Pengalaman Bekerja Di Pt. JVC Kenwood Indonesia - Seperti anak kampung pada umumnya setelah lulus sekolah jenjang Sma / Smk pasti berkeinginan untuk bisa mencari uang, mayoritas pasti berkeinginan untuk bekerja di pabrik / PT.  Sama halnya dengan saya, setelah lulus SMK jurusan AV dari salah satu sekolah di Kebumen pada tahun 2015 saya memutuskan untuk merantau ke Karawang, tepatnya pada bulan Agustus.

Dengan harapan penuh serta semangat 45 saya berangkat ke karawang untuk mencari kerja yang didambakan. Namun harapan hanya angan   ternyata mencari kerja di kota besar tidaklah semudah seperti yang saya pikirkan.

Sampai akhirnya pada suatu hari saya diajak oleh salah satu teman saya untuk mengikuti tes Pt. YPMI dii Smk PGRI 2 Karawang yang hanya 5 menit dari kontrakan saya, akan tetapi sesampainya dilokasi ternyata kuota sudah penuh. Tapi tidak lama kemudian seorang dari pihak BKK mengatakan bahwa keesokan harinya akan ada tes untuk Pt. JVC kenwood indonesia dan jurusan yang diperbolehkan hanya AV, sesuai dengan basic saya terlebih kuota peserta pun hanya 10.

Pt JVC sendiri adalah perusahaan yang memproduksi sistem audio mobil baik untuk konsumsi dalam negeri juga untuk ekspor. Pabriknya sendiri ada di kawasan Surya Cipta Karawang. Untuk profil lengkap Pt. JVC Kenwood Indonesia anda bisa mencarinya di google.

Keesokan harinya ane datang lah le Sekolahan tersebut dan mendaftar, alangkah terkejutnya saya ternyata peserta laki-laki hanya satu, yaitu saya seorang sedqngkan peserta wanita lebih dari 300 orang. Dari situ pun saya sangat optimis pasti lolos karena tidak ada saingan yang lain.

Soal tess di Pt. jVC Kenwood Indonesia ini apa aja ? Saya sudah agak lupa, jadi mohon maaf jika salah atau kurang tepat,

1. Psikotest
Psikotest nya seingat saya ada dua tahap, yang pertama tes dari pihak BKK soalnya berupa perintah  kita untuk menjumlahkan angka-angka mirip seperti kraeplin tetapi sedikit berbeda, sedikit info untuk bisa lolos tes tahap ini cukup jawab semua soal jangan pedulikan jawaban anda salah atau benar yang penting penuh.

Yang ke dua tes dari pihak Pt soalnya lumayan banyak dan lengkap antara lain Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Untuk bisa lolos tes tahap ini nilai minimal nya adalah 60 pada waktu itu saya hanya mendapat nilai 64.. Hahahaha

2. Interview
Sebelum interview dilakukan pengukuran tinggi badan terlebih dahulu baru lanjut ke interview, interview disini menurut saya tidak sulit tetapi saya pada waktu itu juga diberi pertanyaan mengenai rumus hukum ohm dan alhamdulillah saya bisa menjawab. Bagi anda yang akan melakukan tes interview saya sudah membuat artikel mengenai pertanyaan yang pasti ditanyakan pada saat wawancara kerja.

3. Tes kecepatan tangan
Tes motorik atau kecepatan tangan ini digunakan untuk melihat seberapa cepat tangan kita. Tesnya seperti ini, kita diminta untuk memasukan baut ke lubang-lubang di akrilik bautnya ada 30 buah dan kita hanya diberi waktu selama 25 detik. Namun apabila pada kesempatan pertama kita lebih dari 25 detik maka tidak langsung gugur tetapi di beri kesempatan kedua, tapi kalau di kesempatan kedua masih lebih dari 25 detik maka dinyatakan gagal.

4. Medical Check Up
Medical Check Up dilaksanakan di klinik Chio yang berada di Ruko Karaba, dengan biaya Rp. 60.000 untuk laki-laki dan Rp. 80.000 untuk wanita. Dalam MCU ada beberapa hal yang bisa menyebabkan anda gagal atau tidak lolos silahkan baca artikel saya tentang penyebab gagal tes medical check up.

Setelah mengikuti semua tes dan semuanya lulus akhirnya saya masuk ke tahap training, training disini juga sama seperti perusahaan lainya, duduk manis dan diberi materi. Waktu itu peserta training kurang lebih ada 74 orang untungnya pada saat training ada satu lagi peserta laki-laki ternyata dia di masukan oleh saudaranua yang memang memiliki jabatan cukup tinggi di perusahaan tersebut.

Setelah training kurang lebih satu minggu akhirnya saya pun menekan kontrak pada tanggal 28 September 2015 dengan durasi 9 bulan.



Seragam saya, untuk wanita seragamnya berwarna pink.

Akhirnya saya pun turun ke area produksi, saya ditempatkan di departemen FA / Final Assembly sebagai Supply Material. Saya yakin kalian udah tau lah apa tugas supply yaitu dorong-dorong trolly membawa material yang akan di assembling.

Ada yang penasaran sama gaji Pt. JVC Kenwood Indonesia ? 

- Gaji pokok pada waktu itu tiga juta empat ratus sekian , saya lupa detilnya.
- Insentive kehadiran Rp. 25.000 / bulan itupun jika kita absen satu kali maka akan di potong setengah nya.

Lalu fasilitas ?

- Seragam
- Makan
- Jemputan parahyangan yang sudah reyok .. Hahah

Mungkin jika dilihat dari segi finansial kurang menggoda tetapi asal kalian tahu bahwa di satu line produksi dengan jumlah orang kurang lebih 20 hanya ada 2 orang laki-laki..wkkwkkw satu orang teknisi dan satu orang supply. Sebagai jomblo tentu ini berasa seperti surga hahah.

Satu hal yang menyiksa bekerja disitu adalah masalah jam kerja nya kenapa ? Bayangkan   shift satu masuk pukul 06.00 pagi dan harus standby di lokasi jemputan pukul 04.30, sedangkan shift 2 nya menurut saya sangat berbahaya bagi wanita karena masuk pukul 16.00 dan pulang pukul 00.00, jamm 00.00 dengan kondisi lingkungan yang sudah cukup sepi tentu sangat berbahaya karena bisa saja ada orang berniat jahat yang mengintai..

Pada waktu itu lembur juga cukup banyak, biasanya shift satu lembur satu jam dan shift dua lembur 2 jam, itu rutin setiap hari tanpa henti. Namun harga satu jam lembur cukup lecil hanya Rp. 20.000. Sedangkan untuk lembur di hari libur Rp. 270.000.

Capaian gaji tertinggi saya di situ pun hanya Rp.5.200.00 tapi bagi seorang yang baru lulus sekolah tentu jumlah tersebut tidaklah kecil.

Jujur track record saya bekerja di PT tidaklah terlalu baik, baru berapa bulan tepatnya di akhir bulan Januari 2016 saya bertengkar dengan salah seorang atasan, saya berani karena saya benar. Orang tersebut seringkali memarahi dan mencaci saya padahal kerja saya pun sudah benar.

Tentu daripada saya memendam emosi lama saya lebih memilih untuk meluapkan nya secara langsung. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk keluar atau bahasa lain nya kabur dari Pt tersebut.

Saya harap hal-hal buruk yang saya lakukan tidak dicontoh oleh teman-teman, karena jika perusahaan tidak terima karena kita kabur dan tidak bertanggung jawab atas kontrak yang diberikan bisa saja kita dituntut dan di bawa ke ranah hukum.

Sekian artikel saya tentang Pengalaman Bekerja Di Pt JVC Kenwood Indonesia.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, jika kalian merasa aryikel ini bermanfaat alangkah baiknya untuk men share kepada teman yang membutuhkan.


Jangan pernah berpikir bahwa lu nggak bisa, hilangkan kata mustahil dari kamus hidup lu JUST DO IT & JUST THINK THAT YOU CAN DO IT !!


Jalan hidup setiap orang memang berbeda, tapi jika dia bisa kenapa kita tidak ? Tapi tetap ingat, Cara noleh ditiru tapi hasil belum tentu sama.




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »