Pengalaman Psikotes Dan Interview Di PT. Yamaha Music (YMMA)


Pengalaman Psikotes Dan Interview Di PT. Yamaha Music (YMMA). Pada artikel ini saya akan membagikan pengalaman saya mengikuti psikotest dan wawancara di PT. Yamaha Music Manufacturing Asia. Saya akan mencoba menceritakan apa saja soal psikotestnya dan pertanyaan wawancara nya.

Saya mendapatkan panggilan untuk mengikuti tes seleksi perusahaan ini pada tanggal 15 Desember 2016 setelah mengirim lamaran 3 hari sebelumnya. Saya mengirimkan lamaran ke alamat berikut :

HRD MANAGER PO BOX 3130 MM 2100 17520A

Di sms panggilan tertera waktu mulai tes jam 07.30 saya pun berangkat dari kosan diantar oleh teman saya pukul 06.30 namun karena terjebak macet di perempatan lippo cikarang akhirnya saya telat sepuluh menit. Sesampainya dilokasi saya langsung menuju pos satpam, lalu saya diminta untuk menyebutkan nomer peserta tes yang memang tercantum pada sms panggilan. Setelah itu saya pun menuju ruangan tes.

Tapi bukan orang indonesia namanya kalau tidak molor waktu, di sms tertera pukul 07.30 namun tes baru dimulai pukul 09.00 lebih. Saya masih ingat betul pada waktu itu saya mendapatkan nomor urut 83.

Sepertinya saya tidak usah menjelaskan lagi mengenai profil perusahaan ini karena dari namanya saja sudah bisa diketahui apa produk nya.

Sedikit informasi, psikotest di perusahaan ini terdiri dari dua tahap apabila pada tahap pertama gagal maka tidak bisa lanjut ke tahap selanjutnya. Jika anda gagal pada kali pertama mengikuti tes di Yamus maka anda masih memiliki kesempatan sekali lagi untuk melamar kembali.

Untuk anda yang akan mengikuti tes atau akan mencoba melamar saya akan mencoba menjelaskan apa saja tes yang saya kerjakan pada waktu itu.

Berikut soal psikotes PT. Yamaha Music Manufacturing Asia :

1. Tes Kraeplin.
Ini adalah tes tahap pertama jika anda gagal pada tes ini maka langkah anda sudah terhenti, anda langsung diminta untuk pulang.

Tips pada saat anda mengerjakan tes kraeplin adalah usahakan hasil angka yang anda tambahkan stabil disetiap kolomnya namun anda jangan mematok terlalu rendah, sebisa mungkin untuk menjumlah lebih dari setengah. Jika anda mematok terlalu rendah justru malah bisa membuat anda gugur, tujuan tes ini adalah untuk mengeksplorasi sejauh mana kemampuan anda dalam mengendalikan emosi dalam situasi genting.

Jika anda memaksakan untuk mendapatkan hasil banyak diawal namun menurun di tengah sampai akhir ini juga bisa membuat anda gugur. Jadi usahakan hasil nya stabil tapi tidak terlalu rendah grafiknya.

2. Tes logika
Jika pada tes tahap pertama (kraeplin) anda lolos maka soal yang akan anda kerjakan adalah soal psikotes logika, soal logikanya ada tiga jenis yaitu :


  1. Matematika dasar, sesuai namanya pada tes ini kita diminta untuk mengerjakan soal matematika dasar berupa penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian. Ada juga yang berupa soal cerita.
  2. Logika penalaran, tes ini berupa gambar-gambar dengan instruksi yang berbeda-beda. Tips saat mengerjakan tes ini konsentrasi, fokus dan perhatikan dengan seksama setiap instruksi.
  3. Logika deret aritmatika, saya yakin semua sudah tau bentuk soal ini seperti apa. Jadi kita diminta untuk melanjutkan deretan angka, misal soalnya seperti ini 2 4 6 8 ... Nah kita diminta untuk melanjutkan, dari soal tersebut bisa kita lihat bahwa setiap angka di tambah dua maka jawaban yang tepat adalah 10. 

3. PAPI (Perseptual And Preference Inventory Test)
Test ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian anda, jadi apapun jawaban yang anda tulis benar.

Pada waktu itu saya juga diminta untuk mengisi form wawancara yang nantinya akan dijadikan sebagai patokan setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh pewawancara. Dan juga diminta untuk melampirkan foto copy SKHUN, foto, dan yang satu lagi saya lupa.

Setelah lolos di tahap pertama dan mengerjakan soal psikotes tahap ke dua saya pun belum dinyatakan lulus, karena untuk mengetahui lulus atau tidaknya harus menunggu panggilan interview yang paling lama adalah sebulan. Jika dalam waktu satu bulan tidak mendapatkan panggilan interview maka berarti tidak lolos psikotes.

Setelah kurang lebih 2 minggu saya pun mendapatkan panggilan untuk interview, pada waktu itu saya mendapatkan panggilan pada pukul 15.00 dan diminta untuk interview pada pukul 07.00 keesokan harinya.

Dan lagi-lagi saya telat, waktu itu saya telat sekitar 15 menit. Dengan tergesa-gesa saya pun langsung menuju loby dan menanyakan ruangan interview, dan ternyata sebelum interview dimulai terlebih dahulu para peserta dikumpulkan disuatu ruangan untuk diberi pengarahan tentang interviewnya.

Isi dari pengarahan tersebut antara lain bahwa pada wawancara nanti satu peserta akan dihadapkan dengan 5 orang pewawancara dan satu orang penerjemah, kenapa ada penerjemah ? Karena salah satu dari pewawancara adalah orang jepang nya langsung. Lalu peserta diminta untuk berjalan secara cepat dan tegas juga pada waktu masuk keruangan wawancara dan mengucapkan salam pun harus tegas dan jelas.

Dijelaskan juga bahwasanya nanti pada saat diinterview peserta akan diminta untuk mengerjakan soal matematika yang hasil dari soal tersebut tidak mungkin berupa bilangan desimal, pasti bilangan bulat.

Satu persatu peserta dipanggil, akhirnya sampai pada giliran saya, saya pun melangkah menuju ruangan interview dilanjut dengan mengetuk pintu dan mengucap salam.

Pertanyaan yang di lemparkan kepada saya pada waktu itu semua berdasarkan pada apa yang saya tulis pada form saat psikotest sehingga mudah untuk dijawab. Namun yang sulit adalah memahami perkataan si jepang nya, karena memang belum begitu fasih dalam berbahasa indonesia. Beberapa kali juga saya meminta untuk diulangi pertanyaan yang dilemparkan oleh si jepang.

Hingga akhirnya hal yang paling saya takutkan tiba, yaitu diminta untuk mengerjakan soal matematika karena memang dasarnya sudah benci dengan matematika sedari sekolah saya pun tidak bisa menjawab. Padahal soal nya sangatlah mudah bentuknya seperti ini : 72-48÷3 namun entah kenapa saya tidak bisa menjawabnya. Disini saya sudah yakin bahwa saya gagal dan tidak lolos.

Setelah semua peserta diinterview hasilnya pun langsung diumumkan dan hasilnya luar biasa, dari sekian banyak peserta hanya beberapa orang saja yang lolos. Saya amati kebanyakan yang lokos adalah mereka yang baru lulus, padahal saya juga baru berumur 19 tahun tapi tidak lolos, mungkin karena soal matematika tadi.

Oiya, saya juga memiliki artikel yang membahas mengenai 10 pertanyaan yang pasti ditanyakan pada waktu wawancara kerja dan jawabannya silah kan anda baca untuk menambah wawasan.

Dan.

Dan apa ?

Cerita sudah berakhir sampai disitu, saya pun langsung bergegas pulang dengan pikiran gundah.

Demikianlah artikel saya mengenai pengalaman mengikuti psikotes dan wawancara PT. YMMA. Jika ada data atau kata-kata yang salah anda bisa mengirim kritik dan saran anda melalui menu contact us atau langsung melalui email di dterevski@gmail.com

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan bagikan ke yang lain.







Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

4 komentar

komentar
22 Maret 2017 10.00 delete

Itu soal mtk saat interview ngerjain nya boleh pake coretan atau cuma lisan aja?

Reply
avatar
22 Maret 2017 10.28 delete

Coretan mas, soalnya kan ditulis di papan

Reply
avatar
8 Mei 2017 13.26 delete

seharusnya hasilnya 56 atau 8??

Reply
avatar
10 Agustus 2017 15.48 delete

Paling lama sebulan? Kemaren pas tes dikasih tau katanya yg lolos bakal ditelfon antara senin-kamis. Dan aku belum dapet telfon. Apa masih ada harapan?

Reply
avatar